Inilah Dampak Buruk Jika Anak Terlalu Sering Bermain Gadget-Perkembangan teknologi bukan hanya memberikan dampak yang positif bagi anak-anak, akan tetapi juga mendatangkan pengaruh yang kurang baik, Salah satunya adalah perkembangan gadget yang kini kian
marak digunakan di kalangan anak-anak. Anak yang sering memainkan gadget akan
memiliki perkembangan emosional yang berbeda dengan anak yang seringnya bermain
dengan teman sebayanya di luar rumah.
![]() |
| Dampak Buruk Gadget Bagi Anak |
Sebagian orangtua memberikan gadget kepada anaknya dengan alasan supaya mereka tenang dan
tidak mengganggu. Gadget memang memiliki manfaat apabila digunakan sebagaimana
mestinya. Namun, perlu Anda ketahui bahwa gadget sebaiknya tidak dikenalkan
pada anak usia dini karena memiliki resiko negatif terhadap perkembangan anak.
Terlalu dini mengenalkan gadget pada anak maka resikonya semakin besar. Tahukah Anda Inilah Dampak Buruk Jika Anak Terlalu Sering Bermain Gadget. bahwa dampak buruk tersebut
banyaknya memiliki jangka waktu yang panjang? Sebelum hal tersebut terjadi, ada
baiknya Anda mengetahui dampak buruk anak sering bermain gadget yang dijelaskan
berikut ini:
Perkembangan otaknya menurun
Pada usia lima tahun pertama hidupnya, otak anak sangat
berkembang pesat. Berbagai penelitian bahkan menunjukkan bahwa terlalu sering
bermain gadget akan memengaruhi fungsi otak dan menyebabkan anak menjadi kurang
perhatian terhadap lingkungan sekitar.
Mengalami radiasi
Universitas Leeds di Nottingham dan Universitas Manchester
and Institute of Cancer Research, London, Inggris dalam penelitiannya
menyatakan bahwa syaraf anak masih berkembang dan tengkoraknya yang tipis
membuatnya rentan terserang radiasi ponsel. Para peneliti mengungkapkan bahwa
penggunaan telepon genggam di dekat kepala anak dikhawatirkan akan
menghancurkan sel otak balita.
Kemampuan interaksi sosial kurang
Dalam sebuah artikel yang diterbitkan di The New York Times,
penulis buku iBrain:Surviving the Technological Alteration of the Modern Mind
dan Direktur Longevity Center di Universitas California, Dr Gary Small, seorang
penulis buku sekaligus direktur Longevity Center Universitas California
menyatakan bahwa anak-anak yang terlalu banyak menghabiskan waktu dengan
teknologi, akan mengurangi interaksi dan mengganggu keterampilannya dalam
berkomunikasi dengan orang lain.
Tempramental / Agresif
Coba sesekali perhatikan perilaku anak yang berinteraksi
dengan gadget selama berjam-jam lamanya. Apakah anak Anda menjadi lebih
agresifdari biasanya? Tantrum adalah bentuk paling umum dari agresivitas di
kalangan balita. Sikap agresif dan tantrum merupakan akibat dari paparan
gadget. Saat mereka tumbuh dewasa, anak-anak yang kecanduan game lebih mungkin
untuk tidak mematuhi orang tuanya dibanding dengan anak-anak yang tidak sering
menghabiskan waktunya dengan gadget.
Mengalami Obesitas
Aktivitas berlama-lama di depan komputer, playstation,
maupun mengurung diri di kamar sambil bermain game di smartphone tidak dapat
membakar kalori di tubuhnya. Aktivitas di luar rumah sambil bermain ayunan di
taman, lari-larian atau petak umpet dengan teman sebayanya justru lebih baik
dibanding memberikan anak gadget agar bisa diam di rumah. Hal ini justru hanya
akan membuat anak mengalami obesitas karena tubuhnya tidak terbiasa bergerak.
Penyakit komplikasi lainnya yang mungkin terjadi di kemudian hari adalah
diabetes, serangan jantung dan stroke.
Merusak penglihatan
Kontak yang terlalu lama di depan layar komputer dapat
merusak mata. Para ahli mengatakan, penglihatan yang baik diperoleh jika
menatap benda dari jarak yang bervariasi. Penelitian menunjukkan bahwa
anak-anak yang kecanduan bermain game komputer lebih mungkin mengalami gangguan
pada mata mereka lebih dini.
Beresiko terhadap
perkembangan psikologis anak
Terkadang sebagian game ataupun tontonan pada gadget
memperlihatkan kekerasan sehingga hal ini bisa berdampak negatif terhadap
perkembangan psikologis anak. Anda sebagai orangtua harus membatasi penggunaan
gadget pada anak dan sebaiknya mendampingi anak ketika menggunakan benda
tersebut supaya tidak memberikan pengaruh buruk terhadap perkembangan anak.
Kurang berminat bermain di alam terbuka
Gadget memiliki kemampuan membunuh perkembangan anak secara
perlahan tanpa disadari. Terbukti dari banyaknya orang tua yang tidak
menyadari bahwa anak mereka menjadi terasing dari alam, tumbuhan, hewan, danau,
dan langit karena telah diberikan gadget. Balita harus mampu melempar bola,
melompat, berlari, dan bernyanyi. Intinya, anak harus aktif bergerak untuk
merangsang perkembangan saraf motoriknya, baik itu motoric kasar maupun motoric
halusnya.
Untuk menanggulangi dampak buruk gadget Anda bisa lakukan dengan cara
bersikap bijak dalam memperkenalkan gadget untuk anak. Jangan memberikan gadget
khusus untuk anak, biarkan dia menggunakan milik Anda sehingga penggunaannya
bisa dibatasi dengan mudah. Apabila anak menggunakan gadget Anda sebaiknya
koneksi internetnya diputus supaya anak tidak mengklik situs yang tidak
dianjurkan. Yang terpenting Anda harus senantiasa mendampingi anak ketika
menggunakan gadget.

0 Response to "Inilah Dampak Buruk Jika Anak Terlalu Sering Bermain Gadget"
Post a Comment